Selasa, 16 April 2019


Audit Sistem Informasi Pada PT. ANTAM (PERSERO) TBK
Menggunakan Pendekatan CobIT




Seiring dengan berkembangnya zaman, pemenuhan kebutuhan akan sistem informasi bagi semua jenis organisasi menyebabkan perkembangan sistem informasi yang begitu pesat. Penerapan teknologi informasi pada proses bisnis suatu perusahaan dipandang sebagai suatu solusi yang nantinya dapat meningkatkan kemampuan perusahaan di dalam persaingan. Hal ini menyebabkan pentingnya peningkatan peran teknologi informasi agar selaras dengan investasi yang telah dikeluarkan, sehingga dibutuhkan perencanaan secara implementasi yang optimal.

Peranan Sistem Informasi yang signifikan ini tentu harus diimbangi dengan pengaturan dan pengelolaan yang tepat, sehingga kerugian-kerugian yang mungkin terjadi dapat dihindari. Kerugian yang dimaksud dapat timbul dari masalah-masalah, seperti adanya kasus kehilangan data, kebocoran data, informasi yang tersedia tidak akurat yang disebabkan oleh pemrosesan data yang salah sehingga integritas data tidak dapat dipertahankan, penyalahgunaan komputer, serta pengadaan investasi Teknologi Informasi (TI) yang bernilai tinggi namun tidak diimbangi dengan pengembalian nilai yang sesuai. Hal-hal tersebut tentunya sangat mempengaruhi pengambilan keputusan, termasuk mempengaruhi efektifitas dan efisiensi di dalam pencapaian tujuan dan strategi organisasi.

Sehubungan dengan alasan tersebut diperlukan adanya sebuah mekanisme kontrol audit sistem informasi atau audit terhadap pengelolaan teknologi informasi. Audit SI/TI dalam kerangka kerja CobIT , yang lebih sering disebut dengan istilah IT Assurance ini bukan hanya dapat memberikan evaluasi terhadap keadaan tata kelola Teknologi Informasi di PT ANTAM (Persero) Tbk, tetapi dapat juga memberikan masukan yang dapat digunakan untuk perbaikan pengelolaannya di masa yang akan datang.



Ø Audit Atas Pengendalian Umum
Audit atas pengendalian umum adalah audit sistem informasi pada lingkungan ICT perusahaan yang terdiri dari pengendalian manajemen, pengendalian fisik, pengendalian lingkungan dan akses logis ke dalam sistem dan aplikasi.

Hasil dari audit atas pengendalian umum pada PT Antam Persero (Tbk) adalah:


Ø Identifikasi Maturity Level menggunakan pendekatan CobIT 4.1

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mengidentifikasi Maturity Level pada perusahan menggunakan pendekatan CobIT 4.1. Diantaranya adalah mengidentifikasi business goals perusahaan, lalu menghubungkan business goals perusahaan dengan business goals CobIT 4.1, setelah itu medeteksi IT goals perusahaan, lalu menghubungkan IT goals perusahaan dengan IT goals CobIT 4.1, setelah itu baru dapat terdeteksi IT process CobIT 4.1 mana saja yang terdeteksi pada perusahaan.
Setelah melakukan tahapan tersebut, hasil IT process CobIT 4.1 yang terdeteksi pada PT ANTAM (Persero) Tbk adalah sebagai berikut :




Sedangkan hasil perhitungan dari Maturity Level atas IT process yang terdeteksi tersebut adalah:


Hasil opini audit menggunakan CobIT 4.1 adalah:


Sehingga penulis dapat menyimpulkan dari perbandingan perolehan opini tersebut, bahwa opini umum untuk PT ANTAM (Persero) Tbk adalah Qualified, yaitu sudah menemukan pola pengembangan yang terarah dan berjalan dengan pola yang sama.


Ø Audit Atas Pengendalian Aplikasi
Dalam melakukan audit atas pengendalian aplikasi yang terdiri dari audit atas pengendalian batasan (Boundary Controls), pengendalian masukan (Input Controls), pengendalian proses (Process Controls) dan pengendalian keluaran (Output Controls).
Hasil dari masing-masing pengendalian aplikasi adalah sebagai berikut:

a)     Pengendalian batasan (Boundary Controls)

Kendali batasan meyakinakan bahwa Sistem Aplikasi dilengkapi dengan login akses berupa password dan username serta terdapat batasan-batasan terhadap kewenangan user dalam mengakses aplikasi.


a)     Pengendalian masukan (Input Controls)
Kendali input meyakinkan bahwa transaksi di-input ke dalam dan diterima oleh komputer, diproses hanya sekali, tanpa duplikat dan kesalahan.
Adapun temuan audit yang dihasilkan dari Pengendalian Masukan (Input Controls) adalah:


a)     Pengendalian keluaran (Output Controls)
Kendali output meyakinkan bahwa data output: dilaporkan dengan cara yang benar, dapat dilihat/tersedia hanya untuk personil yang memiliki otoritas serta ditahan atau dihancurkan secara wajar/memadai.
Adapun temuan audit yang dihasilkan dari Pengendalian Keluaran (Output Controls) adalah:



Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis pengendalian umum pada PT ANTAM (Persero) Tbk secara keseluruhan pengendalian umum sudah cukup, karena:

a)     Pada pengendalian manajemen sudah terdapat :
·        IT strategy jangka pendek dan janga panjang, kebijakan dan prosedur tertulis.
·        Arah kebijakan TI sudah jelas dan sudah dikomunikasikan kepada staff
·        Sudah terdapat keseragaman arsitektur informasi
·        Tenaga kerja bagian TI sudah cukup dalam hal jumlah dan kompetensi.
·        Sudah terdapat monitoring atas kinerja bagian TI,
·        Sudah terdapat quality assurance dan analisa resiko.
·        Sudah terdapat manajemen proyek.
·        Dokumentasi sudah lengkap dan sudah memenuhi standar

b)    Pada pengendalian fisik sudah terdapat :
·        Auto lock dan auto logout.

c)     Pada pengendalian lingkungan sudah terdapat :
·        Peraturan tertulis mengenai persyaratan ruang server.
·        Sudah terdapat peraturan peralatan yang cukup untuk menjaga kondisi ruangan server.
·        Sudah terdapat Disaster Recovery Planning (DRP) dan Disaster Recovery Center (DRC).

a)     Pada akses logis ke dalam sistem dan aplikasi sudah terdapat :
·   Berdasarkan hasil analisis COBIT perusahaan berada pada level rata-rata 3,9. Pada level ini,  proses TI di PT ANTAM (Persero) Tbk berada pada skala rata-rata 3, yaitu Defined, bahwa seluruh proses telah didokumentasikan dan telah dikomunikasikan, serta dilaksanakan pengembangan sistem komputerisasi yang baik, namun proses evaluasi belum dilakukan  secara menyeluruh, sehingga masih ada kemungkinan dapat terjadinya penyimpangan.
·     Di PT ANTAM (Persero) Tbk, terdapat 8 proses berada pada level optimised, 18 proses pada  level managed and measured dan 8 proses pada level defined.
·  Berdasarkan hasil mapping antara business goals PT ANTAM (Persero) Tbk dan COBIT framework 4.1, terdapat 29 proses control objectives yang harus diperhatikan perusahaan.
·     Secara keseluruhan berdasarkan 29 proses COBIT opini umum untuk perusahaan adalah qualified karena 5 proses lainnya tidak terdeteksi terhadap proses lainnya.


Berdasarkan hasil analisis pengendalian aplikasi dapat disimpulkan bahwa:

a)     Pengendalian Batasan (Boundary Controls)
    Sudah cukup memadai, karena Sistem Aplikasi dilengkapi dengan login akses berupa password dan username serta terdapat batasan-batasan terhadap kewenangan user dalam mengakses aplikasi.

b)    Pengendalian Masukan (Input Controls)
    Sudah cukup memadai, karena transaksi diinput ke dalam dan diterima oleh komputer, diproses hanya sekali, tanpa duplikat dan kesalahan.

c)     Pengendalian Proses (Process Controls)
     Sudah cukup memadai, karena pemrosesan transaksi diterima oleh komputer, diproses dengan logika yang valid, melalui seluruh fase pemrosesan, dan di update ke file dan data yang benar.

d)    Pengendalian Keluaran (Output Controls)
   Sudah cukup memadai, namun tidak terdapat contact person apabila terjadi sesuatu atas laporan yang dihasilkan, tidak terdapat end of page yang menyatakan bahwa laporan lebih dari satu halaman dan tidak terdapat batas waktu penyimpanan terhadap laporan sehingga membuat pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.



sumber :

https://sis.binus.ac.id/2015/06/24/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi-organisasi/
http://eprints.binus.ac.id/27739/








Jumat, 29 Maret 2019


Analisa Infrastruktur Teknologi
Shopee



Shopee adalah salah satu aplikasi e-commerce yang dapat menghubungkan pembeli dan penjual dalam satu komunitas, yang berbasis adroid dan iOS serta dapat juga diakses melalui website resmi. Pada tahun 2015, Shopee untuk pertama kali diluncurkan di Singapura sebagai perusahaan e-commerce yang berada di bawah naungan Garena (berubah nama menjadi SEA Group). Shopee resmi diperkenalkan sebagai pasar mobile pertama yang menjalankan bisnis C2C (Customer to Customer) mobile marketplace, dimana pengguna dapat melakukan kegiatan berbelanja serta berjualan kapan saja. Layanan Shopee diperuntukkan untuk semua orang dan dapat diakses secara gratis. Secara garis besar, aplikasi ini bertujuan untuk membuat proses perbelanjaan semakin mudah dan aman bagi penjual dan pembeli via online atau internet.

Salah satu perusahaan e-commerce ini terus berkembang, yang awalnya berpusat di Singapura lalu menjalar ke berbagai negara di Kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, Vietnam dan Filipina. Pada aplikasi Shopee ini, ada banyak sekali barang yang dijual serta beragam, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, barang elektronik, alat kecantikan, hingga voucher pulsa dan voucher berbelanja pun juga ditawarkan dalam aplikasi ini.

Saat ini aplikasi Shopee masih menjadi aplikasi online shop yang diminati masyarakat dalam berbagai kalangan usia, karena kemudahan akses yang ditawarkan dan juga didukung adanya fitur-fitur tambahan pada Shopee antara lain ShopeePay dan Koin Shopee yang lebih memudahkan kita dalam prsoses kegiatan transaksi saat berbelanja melalui aplikasi ini.


Pada kesempatan kali ini, saya tertarik untuk membahas tentang Service Lifecycle dan saya akan mencoba menganalisa hal-hal dasar dari infrastruktur perusahaan Shopee ini dengan 5 standar ITIL (Information Technology Infrastructur Library) :



1.  Service Strategy
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, service strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI

Visi Shopee : “Memberikan pengalaman berbelanja yang mudah dan menyenangkan bagi semua pengguna dan menjadi pilihan platform e-commerce di Asia Tenggara dan Taiwan."

Jika saya analisa dari visi Shopee ini, sudah menunjukkan aksi nyatanya. Karena yang kita sama-sama ketahui aplikasi Shopee berhasil menarik minat masyarakat dengan berbagai fitur menarik serta kemudahan akses yang ditawarkannya. Selain itu, aplikasi Shopee ini juga hadir dengan menyediakan berbagai barang yang sangat beragam sesuai dengan apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan Shopee menjadi salah satu aplikasi online shop pilihan masyarakat. Tercatat, lebih dari 43 juta jumlah pengguna aktif Shopee berdasarkan jumlah download aplikasi di Play Store maupun App Store.


2.     Service Design




Pada tahapan service design ini memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM (Information Technology Service Management) itu sendiri. Hal ini bertujuan agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pengguna (user) serta meningkatkan kualitas layanan.sesuai dengan visinya. Aplikasi Shopee hadir guna memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini, didukung dengan tampilan interface aplikasi Shopee yang mudah dimengerti. Fitur – fitur serta susunan tampilan menu nya juga jelas dan tidak rumit sehingga sangat mempermudah akses dalam kegiatan jual beli online. 


3.     Service Transition


Service transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Pada aplikasi Shopee misalnya saja, awalnya hanya menjadi aplikasi jual-beli online dengan sistem pembayaran dengan proses transfer melalui m-banking atau tranfer manual via ATM. Namun saat ini Shopee hadir dengan fitur ShopeePay dan fitur Koin Shopee yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi alat transaksi lain selain via m-banking atau tranfer secara manual.

Fitur ShopeePay bertujuan untuk memudahkan kita dalam menyimpan seluruh pendapatan dan dana pengembalian di Shopee. Sedangkan koin Shopee adalah mata uang virtual resmi di Shopee yang akan dikreditkan ke akun kita setiap kita berhasil berbelanja di toko Star Seller Shopee atau Official Shops. Kedua fitur tersebut dimaksudkan untuk mempermudah dalam proses transaksi dalam kegiatan jual-beli.



4.     Service Operation

Pengertian dari service operation adalah layanan harian terhadap kebutuhan IT dari para pelanggan. Pada bagian service operation ini bertujuan untuk memastikan customer mencapai tujuannya. Jadi intinya pada tahapan ini, pemilik layanan bertanggung jawab atas kinerja layanan, dan pemilik layanan harus memastikan bahwa pelanggan puas dengan layanannya.

Pada aplikasi Shopee ini menurut saya, masih kurang memenuhi standar service operation. Setelah saya amati pada rating dan review aplikasi yang ada pada playstore, aplikasi Shopee ini memperoleh rating 4.2 / 5. Pada kolom review juga masih ditemukan beberapa komentar yang kurang puas terhadap pelayanan aplikasi ini, seperti terjadi error system saat melakukan pendaftaran akun ataupun pada saat melakukan transaksi, dan ada juga yang masih mengeluhkan soal customer care yang kurang komunikatif. Namun disini sisi positifnya, dari pihak Shopee responsif memberi tanggapan pada keluhan dari user yang ada di kolom komentar review pada playstore aplikasi Shopee.


5.     Continual Service Improvement
Tahap terakhir dari siklus layanan ITIL adalah tahap Continual Service Improvement. Dalam rangka membangun manajemen layanan yang lebih baik, maka tentu dibutuhkan adanya pemantauan dan pengendalian yang progresif. Pada tahapan ini agak sedikit berkaitan dengan tahapan service strategy (tahap pertama), karena dalam tahapan ini pemilik layanan harus memastikan bahwa layanan sesuai dengan target strategis yang terkait dengan layanan IT tertentu. Apabila target layanan sudah tercapai, maka pemilik layanan dapat mengembangkan layanan yang ada dengan menghadirkan inovasi-inovasi baru dengan harapan untuk menyempurnakan layanan yang sudah  ada.

Saat ini, aplikasi Shopee sudah banyak melakukan pembaruan fitur. Sejak dari awal rilis aplikasi ini di playstore pada Juni 2015, aplikasi Shopee terus berinovasi untuk menghadirkan fitur yang lebih menarik dan mempermudah proses penjualan dan pembelian secara online. Sesuai dengan data yang saya dapatkan dari playstore, terakhir aplikasi Shopee ini melakukan pembaruan aplikasi (update) tercatat pada tanggal 20 Maret 2019. Namun, tentunya saya yakin proses pembaruan aplikasi Shopee ini masih akan terus berlanjut dan berkembang dikemudian harinya.



Demikianlah hasil Analisa saya terhadap aplikasi Shopee ini. Kesimpulan yang dapat saya berikan adalah, menurut saya aplikasi Shopee sudah agak memenuhi 5 standar dari ITIL (Information Technology Infrastructur Library). Hal ini dikarenakan menurut saya pihak penyedia layanan (Shopee) dirasa masih kurang dalam tahap service operation. Berdasarkan dari review pengguna aplikasi Shopee yang berkomentar dalam kolom review aplikasi di playstore saya masih menemukan banyak keluhan dari pengguna layanan (user) terhadap penyedia layanan (Shopee).  




Sabtu, 05 Januari 2019


Review Aplikasi FLO


FLO adalah salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk menentukan periode menstruasi dan masa subur wanita. Dengan kehadiran aplikasi ini, tentu mempermudah para wanita untuk memantau siklus kewanitaannya, karena aplikasi FLO dapat mengetahui siklus menstruasi dan memberikan notifikasi 2 hari sebelum tanggal perkiraan terjadinya menstruasi.

Cara menggunakan aplikasi FLO ini juga tergolong mudah. Hanya pertama tentu harus menginstall aplikasi FLO yang sudah ada di playstore pada android dan apple store pada iOS. Setelah menginstall, kita diminta membuat akun terlebih dahulu (biasanya dapat menggunakan akun google atau facebook), dan kita dapat memasukkan data mengenai menstruasi. Data yang dimasukkan tidak sekedar hanya tanggal saja, tetapi kita dapat memasukkan juga kondisi emosional yang dirasakan saat menstruasi dan juga gejala-gejala fisik serta psikis lainnya. Salah satu kecanggihan aplikasi ini, juga dapat memunculkan artikel-artikel tentang kesehatan wanita yang sesuai dengan data yang sudah dicatat dalam aplikasi FLO.

Selain itu, aplikasi FLO ini juga dapat menentukan periode ovulasi dan kehamilan. Hal ini dapat membantu para wanita untuk merencanakan kehamilannya dengan prediksi masa subur. Aplikasi FLO dapat memperlihatkan data kehamilan dan juga menunjukkan perkembangan janin dari tiap pekan kehamilan. Aplikasi ini juga dilengkapi perhitungan mundur mejelang kelahiran buah hati.


Link video review aplikasi FLO

Jumat, 02 November 2018

TEKNOLOGI SPEECH TO SPEECH SEBAGAI PENERJEMAH BAHASA


Hadirnya teknologi informasi berdampak pada berbagai  perubahan dan menjadikan mudahnya melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia dalam berbagai bidang, misalnya saja dalam bidang Komunikasi. Manusia berkomunikasi untuk dapat menyampaikan atau mengungkapkan pikiran,  gagasan, keinginan  maupun  perasaan kepada  individu lain dengan menggunakan  bahasa yang dihasilkan dari alat ucap manusia (mulut). Setiap Negara tentu mempunyai bahasa masing-masing yang tentunya beragam baik  dari  segi penulisan, pelafalan maupun  penamaan  pada segala sesuatunya. Perbedaan tersebut terkadang menjadi kendala bagi satu individu  dengan individu lainnya yang memiliki latar belakang dari negara yang berbeda dalam berkomunikasi.

Terdapat  beragam bahasa yang ada di seluruh  dunia, dimana dalam mempelajarinya tidaklah mudah dan membutuhkan waktu. Metode dalam mempelajari bahasa saat ini sudah  cukup banyak, seperti misalnya saja metode berupa kursus bahasa dan sebagainya. Namun, saat ini manusia dituntut menciptakan sebuat metode baru yang lebih praktis dan mudah.  Metode ini menggunakan alat yang telah hadir dalam kehidupan  manusia, bahkan alat ini telah menjadi seperti asisten kecil yang selalu menemani disetiap aktivitas.

Yap, alat ini dikenal dengan sebutan smartphone. Smartphone inilah yang akan menjadi alat bantu dalam mempermudah komunikasi secara langsung antar individu yang menggunakan bahasa berbeda. Didalam smartphone tersebutlah yang akan menjadi media untuk aplikasi penerjemah bahasa. Pengguna dapat mengatur bahasa terjemahan sesuai dengan bahasa yang dikehendaki, sehingga pengguna dapat berkomunikasi dengan mudah walaupun menggunakan bahasa yang berbeda. Oleh karena itu hadir lah suatu inovasi teknologi yaitu speech to speech. Aplikasi ini berbasis speech recognition dengan konsep speech to text atau text to speech dan speech to act.


·        GAGASAN IDE

Munculnya teknologi aplikasi speech to speech ini terdorong karena dengan adanya globalisasi. Globalisasi mengharuskan adanya interaksi sesama manusia. Manusia perlu melakukan  interaksi  dalam  hal  melangsungkan  kehidupannya sebagai makhluk sosial, maka disinilah peran penting membangun komunikasi yang lancar antar individu di berbagai Negara. Proses  pertukaran informasi lintas negara inilah yang kadang mengalami suatu kendala dalam hal bahasa, karena dalam berkomunikasi setiap warga negara memiliki ciri khas dari bahasanya  masing-masing. Lantas dengan hadirnya kendala inilah yang akhirnya menjadi dasar munculnya teknologi speech to speech berbasis speech recognition dan diaplikasikan dalam bentuk penerjemah bahasa.


·        CARA KERJA SPEECH RECOGNITION

Speech  recognition adalah proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik, yang ditangkap oleh audio device (perangkat input suara). Speech Recognition juga merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh komputer. Dari perkembangan sistem speech recognition, muncul konsep baru yaitu speech to speech, dimana pada konsep iniakan menerjemahkan masukan dan keluaran berupa suara.

Speech recognition ini memungkinkan  suatu perangkat  untuk mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara menjadi  sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode tertentu untuk mengidentifikasi kata-kata tersebut. Hasil dari identifikasi kata yang diucapkan dapat  ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando untuk melakukan suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon genggam yang dilakukan secara otomatis dengan komando suara



Speech  recognition menggunakan  alat pengenalan  ucapan,  yang  sering disebut dengan speech recognizer, dimana membutuhkan sampel kata sebenarnya yang diucapkan dari pengguna. Sampel kata akan di digitalisasi, disimpan dalam komputer dan kemudian digunakan sebagai basis data dalam mencocokkan kata yang diucapkan selanjutnya. Sebagian besar alat pengenal ucapan sifatnya masih tergantung  kepada  pengeras  suara.


·       HADIRNYA TEKNOLOGI SPEECH TO SPEECH

Seiring perkembangan zaman, konsep penerjemah bahasa yang ada masih berbasis speech to text dan speech to act. Namun kedua teknologi ini masih dirasa kurang akurat dan terkadang masih ditemukan kerancuan dalam mendeteksi dan menerjemahkan bahasa. Selain  kerancuan  dalam penerjemahan kalimat, selang waktu yang dibutuhkan untuk  menghasilkan terjemahan berupa suarapun menjadi lebih lama disebabkan oleh adanya proses penerjemahan ke teks terlebih dahulu.

Demi menjawab kebutuhan manusia dalam berkomunikasi dengan perbedaan bahasa,  dibutuhkan aplikasi penerjemah yang dapat berjalan secara real time. Aplikasi diterapkan  pada kehidupan sehari-hari yang bekerja dengan merubah masukan dan keluaran berupa suara menjadi suara berbasis speech recognition dengan konsep speech to speech. Aplikasi  penerjemah langsung percakapan adalah gabungan dari beberapa konsep teknologi yang telah ada sebelumnya namun lebih dikembangkan yang akan menambah tingkat keakuratan  dan ketepatan dalam penggunaan kosakata percakapan.


·       CARA KERJA TEKNOLOGI SPEECH TO SPEECH

Teknologi speech to speech dalam aplikasi penerjemah ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi algoritma yang lebih pendek. Algoritma dari konsep ini dimulai dengan adanya pengenalan suara menggunakan voice synthesizer yang akan dicocokkan pada database perekaman  kata dan kalimat. Database tersebut didapat dari hasil kerja sama dengan Google Corporation. Pencocokkan kata dan kalimat dibagi dalam dua aspek, aspek pertama dimana akan mencocokkannya berdasarkan bahasa Negara yang digunakan sedangkan pada aspek kedua berdasarkan tata bahasanya. Setelah proses pengenalan kata maupun kalimat, proses selanjutnya adalah dengan langsung mengeluarkannya kembali  dalam bentuk suara sesuai dengan bahasa yang dipilih untuk penerjemahan.

Terdapat empat jenis teknik yang diterapkan pada sistem ini yaitu:
  1. Sistem Single-ended pre-recording bekerja untuk mempengaruhi medium perekaman pada saat pemasukan suara oleh pengguna.
  2. Single-ended hiss reduction bekerja dengan mengurangi kebisingan suara yang terjadi, termasuk sebelum dan sesudah proses pemasukan suara dengan baik seperti untuk aplikasi yang diterapkan pada penyiaran radio atau televisi secara langsung.
  3. Single-ended surface noise reduction diaplikasikan untuk memainkan kembali daripada perekaman  pengucapan suara  untuk melemahkan suara dari permukaan suara sekeliling, suara  ledakan secara pendek yang tajam disekeliling pengguna dan permukaan yang tidak sejajar dengan pengguna.
  4. Dual-ended system memiliki proses pemasukan suara dengan menambah penekanan suara  yang dimasukkan untuk dikenali dan kemudian melakukan prosessebaliknya yaitu berupa  pelemahan tekanan suara dalam menejermahkannya kepada pengguna, dimana pada proses ini akan membuat suara yang dimasukkan dapat dengan mudah ditangkap.




·       TUJUAN DAN MANFAAT

    Penerapan teknologi speech to speech ini diaplikasikan kedalam bentuk teknologi penerjemah langsung percakapan pada smartphone yang berbasis speech recognition bertujuan untuk  mempermudah  manusia dalam  berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda. Jadi, bahasa  bukan  lagi  kendala  untuk  saling berkomunikasi dan bertukar informasi satu sama lain. Selain  itu,  teknologi  ini mampu menjawab tantangan globalisasi dimana manusia di seluruh dunia saling berinteraksi. Teknologi speech to speech ini yang di aplikasikan sebagai penerjemah ini dapat dijadikan media pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing individu dalam hal  pelafalan suatu bahasa, misalnya bagi para pelajar sekolah dalam kegiatan pembelajaran bahasa asing. Teknologi ini juga dapat membantu seseorang dalam kegiatan travelling ke berbagai Negara untuk mempermudah komunikasi dengan warga sekitarnya, ataupun bagi para pekerja yang berada diluar negri atau merantau tentu teknologi ini diharapkan dapat lebih bermanfaat.



Daftar Pustaka:

Kamis, 01 November 2018

Penjelasan Tentang Teknologi Cloud Computing, Mobile Computing, Ubiquitous Computing, Nano Science Dan Grid Technology

Seiring dengan perkembangan jaman, teknologi ini juga mengalami perkembangan kearah pencapaian kemudahan dan kenyamanan luar biasa dalam melakukan kegiatan sehari-hari  yang dianggap tidak mungkin dapat dikerjakan dalam waktu singkat. Baik berupa interaksi sosial, marketing, dan kegiatan yang dapat menarik minat pengguna lainya. oleh karena itu, pengguna internet meningkat cepat dan merambah kesemua kalangan. Pengembangan teknologi computasi berbasis internet sekarang ini lebih diarahkan kepada proses pengaplikasian sistem yang mudah dan tidak memerlukan banyak waktu atau tenaga.
Pada postingan saya kali ini, saya membhas tentang beberapa contoh bentuk perkembangan dari teknologi. Dan beberapa perkembangan ini semakin mempermudah kita dalam proses mengakses internet dimana saja dan kapan saja tanpa adanya hambatan ruang dan waktu, beberapa teknologi yang saya akan jelaskan sebagi berikut:

1. CLOUD COMPUTING

Cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer - komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing. Teknologi Cloud Computing  ini, mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

·        Cara Kerja
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya. Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure.

·        Kelebihan  

-          Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
-           Keamanan Data
-          Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
-          Investasi Jangka Panjang


2. MOBILE COMPUTING

Mobile computing adalah seperangkat benda atau teknologi yang sering disebut portable computer dan mampu melakukan komunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel) walaupun user atau pengguna dari alat tersebut sedang melakukan perpindahan. Mobile computing juga merupakan teknologi yang dapat melakukan system distribusi data saat bergerak bebas dan dapat melakukan koneksi kembali pada lokasi jaringan yang berbeda. Contoh dari penggunaan mobile computing terdapat pada laptop, smartphone, PDA (Personal Digital Assistants), dan Wearable Computer

·        Cara kerja
Secara singkat, mobile computing berarti menyatukan seluruh sumberdaya TI ke dalam sekumpulan layanan yang bisa digunakan secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan komputing perusahaan. Infrastruktur mobile computing secara kontinyu menganalisa permintaan terhadap sumberdaya dan mengatur suplai untuk disesuaikan terhadap permintaan tersebut. Dimana data disimpan atau computer mana yang memproses permintaan tidak perlu dipikirkan. Sebagaimana arus listrik; untuk memanfaatkannya, tempat pembangkit atau bagaimana proses pengkabelan jaringan listrik tidak perlu diketahui. Dalam menyelesaikan masalah system monolitik dan sumberdaya yang terfragmentasi, mobile computing bertujuan menciptakan keseimbangan antara pengaturan suplai sumberdaya dan kontrol yang fleksibel. Dua prinsip kerja utama mobile computing yang membedakannya dari arsitektur komputasi yang lain, yaitu virtualisasi dan provisioning.

·        Kelebihan

-          Ubiquity: pengguna dapat mengakses dari mana saja dan kapan saja.
-          Security: pada umumnya handset dilengkapi dengan smart card reader dan smart card-nya itu sendiri. Sehingga dapat digunakan sebagai secret authentication key.
-          Localization: memungkinkan diterapkannya location based services.
-          Convenience: ukuran dan berat dari handset membuat pengguna nyaman dalam bertransaksi.
-          Personalization: handphone merupakan perangkat yang bersifat personal, sehingga memungkinkan untuk menawarkan layanan / produk yang bersifat personal.


3. UBIQUITOUS COMPUTING

Ubiquitous computing dapat didefinisikan sebagai penggunaan komputer yang tersebar di mana user berada. Sejumlah komputer disatukan dalam suatu lingkungan dan tersedia bagi setiap orang yang berada di lokasi tersebut. Setiap komputer dapat melakukan pekerjaan yang dipersiapkan untuk tidak banyak melibatkan intervensi manusia atau bahkan tanpa harus mendeteksi di mana pemakai berada. Teknologi ubiquitous computing mempunyai 2 karakteristik utama yaitu, Ubiquity yang maksudnya interaksi tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation dan Transparency dimana teknologi ini tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya. Contoh dari penerapan teknoogi ini yaitu pada handphone, elearning dan kulkas.

·        Aspek- Aspek Pendukung Pengembangan Ubiquitous Computing

-          Natural Interfaces
            Sebelum adanya konsep ubicomp sendiri, selama bertahun-tahun kita telah menjadi saksi dari berbagai riset tentang natural interfaces, yaitu penggunaan aspek-aspek alami sebagai cara untuk memanipulasi data, contohnya teknologi semacam voice recognizer ataupun pen computing. Namun kesulitan utama dalam pengembangan natural interfaces adalah tingginya tingkat kesalahan (error prone).
-          Wireless Computing
            Komputasi nirkabel mengacu pada penggunaan teknologi nirkabel untuk menghubungkan komputer ke jaringan. Komputasi nirkabel sangat menarik karena memungkinkan pekerja terlepas dari kabel jaringan dan mengakses jaringan dan layanan komunikasi dari mana saja dalam jangkauan jaringan nirkabel.
-          Context Aware Computing
            Context aware computing adalah salah satu cabang dari ilmu komputer yang memandang suatu proses komputasi tidak hanya menitikberatkan perhatian pada satu buah obyek yang menjadi fokus utama dari proses tersebut tetapi juga pada aspek di sekitar obyek tersebut. Sebagai contoh apabila komputasi konvensional dirancang untuk mengidentifikasi siapa orang yang sedang berdiri di suatu titik koordinat tertentu maka komputer akan memandang orang tersebut sebagai sebuah obyek tunggal dengan berbagai atributnya, misalnya nomor pegawai, tinggi badan, berat badan, warna mata, dan sebagainya.


4.NANO SCIENCE

Nanoteknologi adalah sebuah cabang ilmu yang berfokus pada materi-materi pada ukuran antara 1 hingga 100 nanometer (1 nm = 10 -9 meter ). Pada dasarnya, nanoteknologi ialah peluasan sains-sains yang sedia ada ke skala nano. Salah satu aspek skala nano yang terpenting adalah bahwa semakin benda menjadi kecil, semakin besar nisbahnya antara luas permukaan dengan volume. Fenomena ini telah memungkinkan penciptaan bahan-bahan yang menarik serta penggunaan-penggunaan yang baru. Umpamanya, bahan-bahan yang legap menjadi lut sinar (tembaga); bahan-bahan yang stabil menjadi bahan boleh bakar (aluminium); pepejal menjadi cecair pada suhu bilik (emas); dan penebat menjadi konduktor (silikon).
Beberapa terobosan penting yang telah muncul di bidang nanoteknologi bahkan sudah dapat ditemukan dalam produk-produk di seluruh dunia. Sebagai contohnya adalah katalis pengubah pada kendaraan yang mereduksi polutan udara, devais pada komputer yang membaca-dari dan menulis-ke hard disk, beberapa pelindung terik matahari dan kosmetik yang secara transparan dapat menghalangi radiasi berbahaya dari matahari, dan pelapis khusus pakaian dan perlengkapan olahraga yang dapat meningkatkan kinerja dan performa atlit. Hingga saat ini para ilmuwan yakin bahwa mereka baru menguak sedikit dari potensi teknologi nano.

·        Penerapan Teknologi Nano

-          Penahan Cahaya pada Jendela
Penahan cahaya pada jendela sering disebut dengan kaca film. Gunanya adalah untuk menahan panas sehingga ruangan di dalam tetap sejuk. Kaca film ini biasanya digunakan pada kaca mobil, gedung maupun rumah. Kaca film jenis biasa tidak dapat menahan sinar infra merah dekat, sehingga ruangan masih terasa panas. Dengan menambahkan sedikit partikel nano Lanthanum Hexaborida (LaB6) di polimer kaca film, efisiensi penyerapan sinar infra merah dekat dapat ditingkatkan sehingga ruangan tidak lagi terasa panas.
-          Alternatif Penyimpanan Data
Jarum nano yang digagaskan oleh Petter Vettiger dan Gerd Binnig dapat digunakan sebagai alat penyimpan data yang disebut Millipede. Sebuah jarum berukuran nano ditempelkan di penyangga yang dipasang di atas lembaran polimer. Jika penyangga dipanaskan pada suhu tinggi, jarum akan membuat identasi pada polimer. Dengan cara ini, data dapat disimpan, dihapus, dan dibaca ulang dengan cepat dan tahan lama.

·        Pemanfaatan Teknologi Nano Science

-          Teknologi nano mampu menggandakan kekutan beton.
-          Teknologi nano mampu membuat obat dalam ukuran nanogram.
-          Nanofilter mampu menyaring debu, gas dan partikel di bawah orde satu micron.
-          Nanoteknologi memungkinkan penemuan baterai dengan kapasitas tinggi dan bertahan lama.
-          Nanoteknologi memungkinkan penghematan energi karena jaringan listrik tidak lagi menggunakan tembaga sebagai konduktor, tapi akan menggunakan konduktor dengan tingan resistensi nol.


5.GRID TECHNOLOGY

Pengertian dari Grid Computing itu sendiri adalah sebuah sistem komputasi terdistribusi, yang memungkinkan seluruh sumber daya (resource) dalam jaringan, seperti pemrosesan, bandwidth jaringan, dan kapasitas media penyimpan, membentuk sebuah sistem tunggal secara vitual. Seperti halnya pengguna internet yang mengakses berbagai situs web dan menggunakan berbagai protokol seakan-akan dalam sebuah sistem yang berdiri sendiri, maka pengguna aplikasi Grid computing seolah-olah akan menggunakan sebuah virtual komputer dengan kapasitas pemrosesan data yang sangat besar.
Ide awal komputasi grid dimulai dengan adanya distributed computing, yaitu mempelajari penggunaan komputer terkoordinasi yang secara fisik terpisah atau terdistribusi. Sistem terdistribusi membutuhkan aplikasi yang berbeda dengan sistem terpusat. Kemudian berkembang lagi menjadi parallel computing yang merupakan teknik komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan. Grid computing menawarkan solusi komputasi yang murah, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar dan heterogen serta pengaksesan yang mudah dari mana saja.

·        Cara kerja
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
-          Sistem tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat dikatakan komputasi grid.
-          Sistem tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya, dan akses terhadap sumber daya.
-          Sistem tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari komputasi grid tersebut.
Kemudian hal yang tidak boleh dilupakan adalah mengenai keberadaan dari elemen-elemen dari grid computing, elemen ini tidak bisa dilepaskan dari grid computing. Elemen grid computing adalah hardware, software, dan brainware.

·        Kelebihan

-          Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia ketika idle
-          Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas
-          Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik
-          Data: Akses terhadap sumber data global, dan Hasil penelitian lebih baik

Daftar Pustaka :